Dilema Wanita Karier

Minggu, 11 Mei 2008

Mungkin bila anda wanita pekerja, akan pernah mengalami salah satu atau semua hal berikut:

Jam Kerja Ketat.

Atasan anda sangat kaku dan menuntut anda harus tetap berada di kantor pada saat jam kerja, sedangkan anda memerlukan jam kerja fleksibel agar dapat merawat anak-anak ketika sakit misalnya. Anda perlu mengantisipasi apa yang akan anda lakukan ketika anak-anak sakit misalnya.

Temukan batasan-batasan, kapan akan tinggal di rumah dan kapan merasa cukup nyaman untuk ke kantor dan meninggalkan si anak dengan pengasuhnya. Misalnya bila anak demam atau panas tinggi, anda tidak akan ke kantor, sementara jika si kecil hanya sakit perut biasa, anda tetap ke kantor sambil terus memantau perkembangannya. Perjelas dari awal dengan atasan mengenai kebutuhan anda bila sewaktu-waktu harus ijin karena tidak ada yang menjaga anak. Anda sendiri pun harus bersikap tegas terhadap diri sendiri agar tidak memiliki konflik mengenai keputusan yang diambil bila harus meninggalkan anak dengan pengasuhnya.

Merasa bersalah.

Anda menyukai pekerjaan yang kini ditekuni dan dengan bekerja keras anda memperoleh kepuasan serta ingin mengabdikan diri pada pekerjaan, tetapi anda merasa bersalah pada pada anak-anak karena tidak dapat memberikan perhatian penuh.

Bila merasa bersalah karena mencintai pekerjaan lebih daripada berada di rumah, sebenarnya anda tidak sendirian. Banyak sekali wanita yang berusaha melawan perasaannya, memilih antara pekerjaan dan rumah tangga. Penelitian menunjukkan orang tua yang bekerja tidaklah membahayakan anak-anaknya. Pada kenyataannya anak-anak yang memiliki orang tua yang bekerja , mampu tumbuh dengan baik dan memperlihatkan pencapaian kognitif luar biasa. Cobalah untuk mencari jalan keluar dengan atasan mengenai jam kerja anda. Siapa tahu anda dapat bekerja tiga atau empat hari dalam seminggu sampai mendapatkan keseimbangan dalam pekerjaan dan rumah tangga sehingga anda sungguh-sungguh merasa nyaman melakukannya.

Tak Mendapatkan Promosi

Sebelum membicarakan masalah ini dengan atasan, sisihkan sedikit waktu untuk merenungkan kasus ini. Jujurlah terhadap diri anda sendiri, apakah menurut anda memang cukup adil bila dipromosikan? Masalahnya, kadang-kadang tidak dipromosikan adalah merupakan hal yang masuk akal.

Bila telah merasa diperlakukan tida adil, buktikan dan cari waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan tenang pada atasan mengenai keputusan yang diambilnya dan apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki diri, termasuk melakukan perubahan-perubahan di masa mendatang.

Mengatasi Konflik

Anda dapat menjumpai berbagai ragam konflik kepribadian di tempat kerja. Bila berhadapan dengan rekan sekerja yang memiliki karakter aneh, hindari keinginan anda untuk bertengkar dengannya. Ikuti pepatah kuno, ' Perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan'. Atasan akan menghargai kedewasaan dan kemampuan anda dalam bekerja, serta menghargai sikap anda yang tidak meladeni rekan sekerja yang bersikap aneh.

Tidak Cocok Dengan Atasan.

Jika atasan berkarakter aneh, mulailah berpikir untuk pindah kerja. Sangat sulit bila konflik yang anda hadapi justru dengan atasan. Bila merasa nyaman untuk membicarakan permasalahan yang diadakan dengan atasan, boleh saja anda coba. Bila tidak ada harapan, minta pada atasan untuk memindahkan anda ke departemen lain. Bila tidak ada jalan lain, mungkin sudah saatnya anda pindah kerja. Dan penting bagi anda untuk menimbang-nimbang sisi positif dan sisi negatifnya. Pertimbangkan bagaimana pentingnya rasa aman bagi anda, apa saja alternatifnya, serta bagaimana resiko dan dampak keuangan anda bila anda pindah kerja.

0 comment:

Wanita Indonesia

Tip Kecantikan

Tip Hidup Sehat

Resep Masakan

Artis Indonesia

Info Ponsel