Tentang Anthurium

Minggu, 11 Mei 2008

ANTHURIUM

Anthurium merupakan jenis tanaman hias yang berasal dari Amerika Latin yang tidak hanya disukai di Indonesia, tetai juga di beberap negara tropis lainnya. Bahkan satu dari 800 jenis Anthurium yang ada telah dijadikan sebagai bunga nasional di kawasan Hawaii, Pasific. Dan karena kemolekan daunnya, Anthurium dikenal sebagai Si Raja Daun.

Gelombang Cinta (Wafe of Love)

Berdasarkan karakternya, Anthurium dibedakan menjadi dua yaitu Anthurium batang panjang, misanya Anthurium Keris dan Anthurium corong. Jenis yang satu lagi adalah Anthurium batang pendek, misalnya Wave of Love (Gelombang Cinta), Jemanii, dan Hookeri. Pada saat booming Anthurium, yang paling mahal hingga mencapai ratusan juta bahkan sampai milliaran rupiah adalah Anthurium Jemanii.

Tetapi yang menjadi idola para pencinta bunga adalah Anthurium Wave of Love atau si Gelombang Cinta. Gelombang Cinta mempunyai harga yang terjangkau dan mudah dijual ulang dan juga paling banyak diburu para pencinta bunga.

Perawatan Anthurium

Anthurium termasuk tanaman yang mudah beradaptasi dan tidak rewel asal dirawat dengan baik. Agar Anthurium dapat tumbuh dengan baik perlu terlebih dahulu memahami karakteristik tanaman ini. Ada lima unsur utama yang harus diperhatikan yaitu sinar matahari, suhu udara, kelembapan, sirkulasi udara dan media tanam.

Sinar matahari

Anthurium meski tidak membutuhkan banyak sinar matahari, tetapi harus tetap terkena sinar, minimal 30% sinarnya masuk menyinari kebun. Sebab bila kekurangan sinar otomatis daun akan memanjang untuk mencari sinar. Akibatnya struktur daun dipastikan akan berubah dan mempengaruhi keindahan. Namun kelebihan sinar juga akan menyebabkan daun terbakar dan akhirnya kering. Anthurium Gelombang Cinta lumayan tahan terhadap matahari, dengan batas toleransi sekitar 35%.

Jadi bila ingin meletakkan Anthurium di luar ruangan, usahakan gunakan peneduh seperti paranet untuk meredam sinar matahari, dan bila ingin memajang di dalam ruangan, maka usahakan ruangan tersebut masih terang tersinari oleh matahari. Dan bila tidak bisa maka dapat dibantu dengan lampu fluorescent untuk menghindari daun berwarna pucat dan kusam. Dianjurkan untuk membawa Anthurium keluar ke sinar matahari minimal satu minggu sekali.

Suhu udara dan kelembapan

Unruk suhu, diusahakan mendekati 22 - 28 derajat celcius. Dengan suhu yang optimal maka klorofil akan berkembang maksimal sehingga warna yang ditimbulkan akan semakin tajam dan mengkilat. Jika ingin warna daunnya bagus dapat juga dengan memberi suplemen daun atau dengan menyemprotnya dengan susu cair, dibiarkan sebentar dan kemudian di lap dua hari sekali. Dengan tip tersebut, Anthurium akan mempunyai daun yang hijau pekat, namun tajam dan mengkilat.

Kelembapan diharapkan pada sekitar 80-90% untuk menghindari kerusakan.

Media tanam

Media tanam yang dianjurkan adalah capuran pakis, pasir malang, sekam bakar, dan humus. Komposisinya adalah 60% pakis, 10% pasir malang, 10 % sekam bakar dan 20% humus. Media tersebut dapat dicari di tempat penjual tanaman hias.

Dengan perawatan yang baik, maka akan menghasilkan Anthurium yang indah, sedap dan berkilat. Walau demikian, tetap hindari kematian. Resiko kematian Anthurium mencapai 30%, dengan tip seperti di atas maka dapat ditekan sampai tinggal 10%. Bukan berarti tidak ada lagi resiko kematian.

Resiko lain misalnya hama. Jika Anthurium kena hama, daun akan berubah seperti berwarna kekuningan. Mencegahnya dapat dengan menyemprotkan pestisida seminggu sekali sebagai pencegahan atau sebagai pengobatan bila sudah terkena hama.

Cara Membersihkan Daun Agar Tetap Cemerlang

Daun merupakan kekuatan dari Anthurium. Maka bagian ini harus paling diperhatikan. Untuk membuat lebih cerah dapat menggunakan cara sebagai berikut:

Gunakan pengkilap daun (Leaf Shiner). Caranya , pertama bersihkan daun Anthurium dengan air bersih kemudian semprot dengan Leaf Shiner, lalu lap dengan kain lembut. Lakukan penyemprotan minimal sebulan sekali. Jangan terlalu sering karena daun akan tampak menggulung.

Cara kedua adalah dengan susu murni. Seminggu sekali, lap daun-daun dengan kain basah, dan oles dengan susu murni, setelah dibersihkan dengan air bersih. Cara ini lebih aman daripada dengan Leaf Shiner. Penggunaan susu sapi murni akan membuat daun terlihat segar dan berkilat alami.

Terakhir, setiap minggu bersihkan daun Anthurium dengan air sabun dan buang semua kotoran, kemudian lap dengan kain lembut. Selain mudah dan murah, hal ini juga akan mengurangi resiko hama.

Dari berbagai sumber.


0 comment:

Wanita Indonesia

Tip Kecantikan

Tip Hidup Sehat

Resep Masakan

Artis Indonesia

Info Ponsel